Minggu, 10 Februari 2013

Kita bicara Harapan, Obsesi dan Cita - Cita

Harapan, Obsesi dan cita – cita...
Siapa yang tidak punya harapan, obsesi dan cita-cita?
Pastinya semua orang punya harapan, obsesi dan cita-cita. Gue percaya, semuanya pasti punya ....
(Jika belum punya coba deh dipikirkan sekarang) hehhehehe...

Disini pertama kita bicara tentang HARAPAN, di mana Harapan itu adalah doa pendek <-- menurut gue!!
Gue selalu punya harapan yang sama setiap harinya, yaitu setiap detik dalam hidup gue harus mempunyai arti.
Dari sebuah harapan, gue punya OBSESI untuk selalu menggali pengetahuan yang lebih banyak, keingin tahuan yang lebih besar, semangat dan kerja keras serta tujuan yang ingin dicapai.
CITA-CITA tidak cukup satu ( Menurut gue lagi nih,hhehe ) dan cita – cita belum tentu sesuai dengan yang kamu harapkan tetapi cita – cita yang diiringi oleh Obsesi dan didasari harapan yang kuat, semua akan terasa lebih tertata dan matang untuk mencapai sebuah TUJUAN dan IMPIAN yang jelas..

Jika diibaratkan Sebuah Gunung,
Harapan itu adalah Kaki gunung atau jalan menuju pintu masuk lereng gunung.
Obsesi merupakan lereng gunung ataupun  jalan menuju puncak. Di Obsesi kamu akan banyak menemukan rintangan. Disini kamu akan diberikan 3 pilihan, Pertama kamu tetap berjuang melewati rintangan tersebut, yang kedua kamu berhenti sampai disitu dan yang ketiga kamu turun kembali ke kaki gunung.
Setiap pilihan yang kamu ambil, mempunyai arti masing – masing.
Dan Cita – cita adalah puncak dari gunung tersebut. Untuk mencapai puncak sebuah gunung itu tidaklah mudah, tetapi dengan Harapan dan Obsesi yang HEBAT dan KUAT kamu pasti bisa mencapai PUNCAK!!!

     Sekarang gue masih berada di lereng – lereng gunung itu, disaat gue lelah dan ingin menyerah untuk mencapai puncak, gue selalu melihat dari 3 sudut pandang.
Pertama, jika gue hanya sampai dilereng gunung tersebut. Gue merasa hidup gue tidak akan berwarna karena gue nggak akan pernah tau apa yang ada didepan gue. Ini akan menjadi sebuah penyesalan dan tanda tanya besar seumur hidup.
Kedua, jika kembali ke kaki gunung. Ini bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Ini hanya membutuhkan ¼ waktu dari perjalanan menuju lereng tapi apa artinya PERJUANGAN jika kau MENYERAH?
Ketiga, Hanya butuh waktu untuk istirahat lalu lanjutkan perjuangan, lebih baik pelan – pelan tapi dinikmati dari pada tergesa – gesa dan tanpa arti. Nikmati setiap perjalanan dalam hidupmu, Ingat Harapan dan Obsesimu dan Jika sampai di PUNCAK, kau bisa melihat dan menikmati semua HARAPAN dan OBSESImu, tetapi jika kau Berhenti di Obsesi, tidak akan mungkin kau bisa menikmati puncak. Apalagi jika kau Hanya berada di Harapan, kau tidak akan pernah tau bagaimana rasanya sebuah perjuangan.

Dan Jika kau sudah mencapai puncak sebuah Gunung, Pasti ingin mencoba gunung yang lainnya. This real!!!!

Bandung, 10 Bulan Cinta 2013- 23:22

Tidak ada komentar:

Posting Komentar